Rabu, 28 November 2012

Iwan Fals







Iwan Fals Dan Para Koruptor



Iwan Fals Dan Para Koruptor
Perhatian kita sekarang terus dinodai dengan tingkah para koruptor. Kalau saja hukum di negara ini bisa tegas, tentu tidak akan ada yang berani 'ngembat duit rakyat buat kesenangan pribadi. Tapi tahu sendiri kan yang terjadi dengan semua ini..?

Iwan Fals sudah sering menyindir tingkah busuk para koruptor dalam lagu lagunya, bahkan dia juga memotret perlakuan spesial yang dinikmati koruptor yang sudah dipenjara sekalipun. Mari simak apa sebagian cerita Iwan Fals dalam lagu-lagunya tentang para koruptor itu....


Ini bukan rahasia lagi seperti kata Iwan Fals, negeri kita ini surganya para penipu. Akibat ancaman hukuman yang tidak tegas, pemimpin yang memble, akhlak yang bejat... dan secara tidak langsung 'didukung' juga oleh beberapa dari kita sendiri yang kadang tak ambil pusing dengan semua itu, yang penting tidak diusik, perut kenyang keluarga senang, peduli maling berkeliaran.

Tiga Bulan

Karya ini merupakan salah satu lagu lama dimasa awal karir Iwan Fals sekitar awal 80-an. Saat lagu ini beredar dalam album berjudul sama, 3 Bulan, dia belum begitu populer. Lagu ini berkisah mengenai diskriminasi perlakuan dan putusan hukum antara maling telur ayam dan koruptor uang negara senilai seratus juta rupiah.

Si maling telur dalam pengadilan mendapatkan perlakuan tegas. Dan dia akhirnya dihukum selama tiga bulan penjara karena mencuri seratus butir telur ayam di pasar. Lalu bisa dipastikan dia semakin tersiksa dalam penjara dengan adanya bait lirik yang tertulis, "bibir sumbing gigi rompal dapat kupastikan".

Bagaimana dengan si koruptor. Ternyata perlakuan dalam persidangan jauh lebih 'santun' ketimbang si maling telur tadi. Kamu bisa baca dalam bait, "Palu kayu bapak hakim berbunyi pelan terdengar sumbang". Itu bisa kita artikan sendiri kalau si hakim tidak tegas dan menjadikan pengadilan untuk koruptor ini hanya sebagai permainan belaka. Dan hasilnya koruptor itu juga ditahan selama tiga bulan penjara. Hebat kan, maling telur dan koruptor hukumannya sama. Makin hebat lagi ketika Iwan Fals berkata, "dalam rumah dalam penjara tiada beda...". Kamu bisa memahami lirik itu kan?. Kalau kita rajin mengamati berita-berita tentang lucunya putusan pengadilan sekarang, ternyata peristiwa yang dinyanyikan Iwan Fals pada awal tahun 80-an ini masih sering kita dapatkan di masa sekarang. 

Lirik lengkap lagu Tiga Bulan 


Pemborong Jalan

Ini juga karya Iwan Fals di tahun 80-an saat dia masih belum populer. Lagu ini terdapat dalam album Perjalanan.

Lagu ini berisi mengenai kritikan Iwan Fals pada kualitas pembangunan di negeri ini yang hanya bertahan sebentar saja lalu rusak lagi. Dia memberi contoh pada sebuah jalan yang baru saja diaspal, setelah sehari terkena hujan, aspal itu rusak lagi. Apakah yang terjadi? apakah dana proyek itu dikorupsi? kemungkinan itu sangatlah besar. 

Kemudian Iwan Fals menghubungkan dengan uang pajak. Rakyat yang sudah bayar pajak tinggi tetapi mendapatkan fasilitas yang minim. Iya benar, kita bisa meyakini semuanya dikorupsi. Uang pajak dikorupsi, lalu yang dipakai hanya tinggal sisa-sisanya untuk pembangunan fasilitas publik yang hasilnya asal-asalan. Lalu para pekerja pembangunan itu hanya diupah rendah, mereka tak ubahnya hanya menjadi sapi perahan saja oleh pemenang tender proyek yang biasanya sudah diatur. Inilah ironisnya negeri kaya raya yang bernama Indonesia ini. Korupsi dimana-mana.

Lirik lengkap lagu Pemborong Jalan


Sapuku Sapumu Sapu Sapu

Karya ini ada dalam album Opini tahun 1982. Sebenarnya lagu ini mengangkat tema tentang profesi tukang sapu. Pekerjaan kecil ini kadang luput dari perhatian kita, padahal jasa tukang sapu sangat besar untuk kebersihan dan kesehatan lingkungan yang kerap kita lewati. 

Lalu dimana hubungannya dengan koruptor? Simak bait ini: "Tukang sapu bawa sapu masuk di kantor bersihkan yang kotor... Cukong kotor mandor koruptor semua yang kotor... awas kena sensor..". Dalam kacamata saya, tukang sapu disini bermakna kita sebagai bagian dari rakyat yang menginginkan negeri ini bersih dari korupsi. Lalu kita memasuki area-area yang sering menjadi sarang para koruptor. Kita bersihkan semua koruptor yang bertengger disana. Lalu Iwan Fals mengingatkan 'awas kena sensor'. Peringatan itu bermakna kalau kita rajin membersihkan para tukang korupsi tersebut, kita bisa dibasmi juga. 

Lirik lengkap lagu Sapuku Sapumu Sapu Sapu


Politik Uang

Lagu yang ini ada dalam album Manusia Setengah Dewa tahun 2004. Sebuah album Iwan Fals yang sarat dengan kritik sosial. Album ini pula yang saat itu menjawab kerinduan penggemar terhadap sosok kritis dan kesederhanaan lagu-lagu dari penyanyi ini.

Lagu ini berkisah mengenai dunia politik dengan banyaknya partai yang terdaftar untuk ikut pemilihan umum. Disitu Iwan Fals berkata asalkan punya uang banyak, sebuah partai bisa memenangkan pemilu. Dengan apa? Dengan menyuap para pemilih untuk memilih partai politik yang ditentukan. Mereka (partai politik) kampanye dengan menawarkan berbagai program kerja kepada rakyat. Tetapi itu rupanya hanyalah seperti dongeng karena kenyataannya hanya cuma omongan yang tidak jelas pelaksanaannya. Namun banyak penonton cukup senang karena mereka mendapat keuntungan materi dengan menghadiri kampanye politik.

Dalam lagu ini Iwan Fals berkata uang adalah bahasa kalbu, uang adalah santapan rohani mulai birokrat, rakyat jelata bahkan wakil rakyatnya. Meski tidak semuanya tetapi banyak yang suka. Mungkin maksudnya dengan uang (kotor) bagi siapa saja yang suka, apapun bisa dilakukan, bahkan untuk memperoleh kekuasaan politik. Lalu dia melanjutkan dengan bait, "Jangan heran korupsi menjadi jadi... Habis itulah yang diajarkan... Ideologi jadi komoditi... Bisa diekspor ke luar negeri". Masih mau membantah kalau korupsi tidak diajarkan dalam keseharian beberapa dari kita...?

Lirik lengkap lagu Politik Uang

 
Dan Orde Paling Baru

Lagu ini masih dalam album Manusia Setengah Dewa. Dulu kita mengenal istilah Orde Lama. Kemudian kita mengenal lagi istilah Orde Baru sebagai pengganti istilah sebelumnya. Dan setelah kekuasaan Orde Baru digulingkan dengan demonstrasi besar-besaran tahun 1996, kita mengenal dengan Orde Reformasi. Namun Iwan Fals menyebutnya Orde Paling Baru.

Dalam lagu ini Iwan menyindir tidak banyaknya perubahan setelah Orde Baru digulingkan. Lagu ini langsung menghentak dengan bait "KKN berkembang biak sampai kelurahan". Istilah KKN semakin kita kenal pada masa demonstrasi besar-besaran menuntut reformasi. KKN adalah singkatan dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Kondisi penuh KKN ini merajalela dimasa Orde Baru sehingga menjadi salah satu pemicu pergolakan besar yang kemudian meruntuhkannya. Namun ternyata sampai masa Orde Paling Baru praktek tersebut tidak berkurang, bahkan malah semakin menjadi. Apakah benar yang dikatakan Iwan Fals?. Coba saja kamu main ke berbagai kantor kelurahan untuk membuktikannya. Setidaknya apa yang dikatakan Iwan Fals dalam lirik lagu ini memuat kebenaran. Sungguh mengerikan kondisi seperti ini, sehingga Iwan Fals melanjutkan dengan kalimat "Perlu pemimpin yang demokratis tapi bertangan besi" untuk memberantas praktek KKN itu. Apakah pemimpin yang sekarang seperti itu..?.

Lirik lengkap lagu Dan Orde Paling Baru 
  

Ngeriku

Negeriku yang ngeri, mungkin itu maksud Iwan Fals membuat lagu yang masih berada dalam album Manusia Setengah Dewa ini. Disini Iwan Fals mengajak kita turut serta bersih bersih negeri dari para penipu ini. Negeri para penipu? Iya benar, masih tidak percaya lagi?. Cobalah menengok keluar.

Kata Iwan Fals negeri ini surganya para penipu. Dan memang benar itu yang terjadi, dinegeri ini para penipu berkeliaran bebas tanpa ada ancaman hukum yang tegas. Mulai penipu kelas teri yang kalau apes digebuki sampai mati dijalanan... penipukelas bandeng yang jika dipermalukan media massa lalu terpaksa dicopot jabatannya karena tekanan publik tapi bebas berdarmawisata ke luar negeri... sampai penipu kelas kakap yang antri untuk dicium tangannya bolak balik oleh para pejabat tinggi negara. Dan tidak ada ancaman hukum yang membuat jera terhadap perilaku mereka. Koruptor juga masuk kedalam golongan penipu, maling dan sejenisnya dan hal diataslah yang kita tonton setiap hari.

Kita sebagai rakyat yang takut akan dosa dan pembalasan di akhirat hanya bisa mengutuk dan mencibir ulah para penipu ini, namun biasanya yang terlalu keras sindirannya akan disikat. Disikat demi kepentingan kelompok atau golongannya. Disikat dengan sikat yang dibeli dari uang kotor hasil korupsi. Ngeri... Iwan Fals dalam lagu ini mengajak kita bersih-bersih negeri ini dari gerombolan penipu... sebelum kita yang dibersihkan oleh mereka.

Lirik lengkap lagu Ngeriku 


Masih banyak lagu-lagu Iwan Fals baik solo maupun bersama grup band yang memuat lirik tentang korupsi dan sebangsanya. Kita semua memang jenuh dengan kondisi seperti ini. Kita menjadi saling curiga dan tidak bisa mudah mempercayai siapa / lembaga apa saja yang berkicau. Kita semua seperti dipaksa bersabar dan hanya disuruh duduk manis disofa menjadi penonton kebusukan-kebusukan ini dari layar TV. Apakah kita harus ramai-ramai turun ke jalan untuk merobohkan setan yang berdiri mengangkang....?
(sb-iwanfalsmania.com)



Kalau cinta sudah di buang, jangan harap keadilan akan datang.
Kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang diperkuda jabatan.
Sabar sabar sabar dan tunggu, itu jawaban yang kami terima.
Ternyata kita harus ke jalan, robohkan setan yang berdiri mengangkang.
Penindasan serta kesewenang wenangan, banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan. 
Hoi hentikan, hentikan jangan diteruskan.
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan.
Dijalanan kami sandarkan cita cita. Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya.
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia.
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta.

BONGKAR !!!

Sabtu, 24 November 2012

10 Lirik Lagu Terbaik Iwan Fals Versi KapanLagi.com


Iwan Fals
– Siapa sih yang ngga kenal Iwan Fals ? Penyanyi legendaris yang kharismatik ini telah menciptakan banyak lagu yang dikenal oleh kalangan anak muda sampai orang tua. Setiap lagu Iwan Falspunya ciri khas tersendiri. Selain memiliki ciri khas dalam aransemen lagu, Iwan Fals juga dikenal sebagai musisi yang memiliki kelebihan dalam menulis lirik. Penyanyi legendaris ini mampu menulis lirik yang jujur dan apa adanya dengan berbagai macam tema yang menarik. Tidak hanya membahas tentang pahit manis cinta, Iwan juga sering kali memberi kritikan keras pada banyak pihak lewat lirik-liriknya. Di sisi lain, Iwan juga sangat pintar menulis lagu tentang kasih sayang seorang ibu. Sangat sulit tentunya memilih 10 lagu Iwan Fals dengan lirik terbaik. Namun KapanLagi.com® telah memilih 10 di antaranya.      

  1. Sore Tugu Pancoran
    Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
    Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
    Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
    Dipaksa pecahkan karang, lemas jarimu terkepal...more

  2. Ibu
    Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
    Lewati rintang untuk aku anakmu
    Ibuku sayang masih terus berjalan
    Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah...more

  3. Pesawat TempurkuKalau saja aku bukanlah penganggur
    sudah kupacari kau
    Jangan bilang tidak, bilang saja iya...
    Iya lebih baik daripada kau menangis...more

  4. Belum Ada Judul
    Pernah kita sama-sama rasakan
    Panasnya mentari hanguskan hati
    Sampai saat kita nyaris tak percaya
    Bahwa roda nasib memang berputar
    Sahabat masing ingatkah kau...more

  5. Galang Rambu Anarki
    Maafkan kedua orangtuamu
    Kalau tak mampu beli susu
    Bbm naik tinggi
    Susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi
    Mungkin bayi kurang gizi (anak kami)...more

  6. Buku Ini Aku Pinjam
    Memang usia kita muda, namun cinta soal hati.
    Biar mereka bicara, telinga kita terkunci.
    (Biar tau, biar rasa) Maka tersenyumlah kasih.
    (Tetap langkah, jangan hentikan) Cinta ini milik kita....more

  7. Tikus-Tikus Kantor
    Masa bodoh hilang harga diri. Asal tidak terbukti ah tentu sikat lagi.
    Tikus-tikus tak kenal kenyang.
    Rakus-rakus bukan kepalang.
    Otak tikus memang bukan otak udang.
    Kucing datang, tikus menghilang....more

  8. Kereta Tiba Pukul Berapa
    Traffic light aku lewati, lampu merah tak peduli, jalan terus.
    Di depan ada polantas, wajahnya begitu buas. Tangkap aku.
    Tawar menawar harga pas tancap gas...more

  9. Surat Buat Wakil Rakyat
    Untukmu yang duduk sambil diskusi.
    Untukmu yang biasa bersafari.
    Di sana, di gedung DPR.
    Di hati dan lidahmu kami berharap.
    Suara kami tolong dengar lalu sampaikan.
    Jangan ragu jangan takut karang menghadang.
    Bicaralah yang lantang jangan hanya diam!...more

  10. Sarjana Muda
    Engkau sarjana muda.
    Resah mencari kerja.
    Tak berguna ijasahmu.
    Empat tahun lamanya.
    Bergelut dengan buku.
    Sia-sia semuanya
    Setengah putus asa dia berucap 'Maaf Ibu...'...more

Rabu, 21 November 2012

Iwan Fals - Kereta Tiba Pukul Berapa

Hilang sabar dihati dan tak terbendung lagi

Waktu itu

Lama memang kutunggu kedatanganmu

Sobat karibku

Datang telegram darimu


Dua hari yang lalu

Tunggu aku

Di stasiun kereta itu pukul satu

Ku pacu sepeda motorku

Jarum jam tak mau menunggu

Maklum rindu


Traffic light aku lewati

Lampu merah tak peduli

Jalan terus

Di depan ada polantas

Wajahnya begitu buas

Tangkap aku

Tawar menawar harga pas tancap gas


Sampai stasiun kereta

Pukul setengah dua

Duduk aku menunggu

Tanya loket dan penjaga

Kereta tiba pukul berapa

Biasanya...kereta terlambat

Dua jam mungkin biasa

Dua jam cerita lama

Iwan Fals - Lonteku

Hembusan angin malam waktu itu
Bawa lari ku dalam dekapanmu
Kau usap luka di sekujur tubuh ini
Sembunyilah-sembunyi ucapmu...

Nampak jelas rasa takut di wajahmu
Saat petugas datang mencariku

Reff.

Lonteku... Terima kasih
Atas pertolonganmu di malam itu
Lonteku... Dekat padaku
Mari kita lanjutkan cerita hari esok

(*)

Walau kita berjalan dalam dunia hitam
Benih cinta tak pandang siapa
Meski semua orang singkirkan kita
Genggam tangan erat-erat kita melangkah

Iwan Fals - Maafkan Cintaku Lyrics

Ingin kuludahi mukamu yang cantik
Agar kau mengerti bahwa kau memang cantik
Ingin kucongkel keluar indah matamu
Agar engkau tahu memang indah matamu

Harus kuakui bahwa aku pengecut
Untuk menciummu juga merabamu
Namun aku tak takut untuk ucapkan
Segudang kata cinta padamu

Mengertilah
Perempuanku

Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh
Bila dayung tak terkayuh

Maaf cintaku
Aku menggurui kamu

Mengertilah
Perempuanku

Jalan masih teramat jauh
Mustahil berlabuh
Bila dayung tak terkayuh

Maaf cintaku
Aku nasehati kamu

Maaf cintaku
Aku menggurui kamu

Maaf cintaku
Aku nasehati kamu

Maaf cintaku
Aku menggurui kamu

Tentang Iwan Fals


Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta3 September 1961; umur 51 tahun) adalah seorang Penyanyi beraliran balada dan Country yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang, kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil RakyatTante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang IstanaLonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional dan Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan OI. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui di setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke mancanegara.

Biografi

Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian di JeddahArab Saudi, selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah di usianya yang ke-13 tahun, saat Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalam paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, dan Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama PepengKrisna, dan Nana Krip serta diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah-rumah satu demi satu, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, laguOemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal kariernya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan terhadap pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[rujukan?] Beberapa konser musiknya pada tahun '80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.
Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi danPola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[rujukan?] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[rujukan?]
Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan di sela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personel SWAMI.
Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun band-nya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.[rujukan?]

[sunting]Keluarga

Iwan lahir dari pasangan Lies (ibu) dan Kolonel Anumerta Sucipto (ayah). Iwan menikahi Rosana yang akrab disapa "Mbak Yos", hasil dari pernikahannya Iwan memiliki tiga anak yaitu, Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Bassae, dan Raya Rambu Rabbani.
Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trademark ayahnya. Galang kemudian menjadi drummerkelompok BUNGA dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya tahun 1997.
Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1982 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1982).
Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anisa pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.
Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri,.
Pada tahun 2002, Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri. Dia pun mulai bangkit dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Sajayang bercerita tentang kehilangan Gilang. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.
Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan tidak seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis.[rujukan?] Iwan Fals juga sempat membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.
Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugreahi seorang anak lelaki yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.[rujukan?]
Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia, Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggotnya dihilangkan. Dari sisi pakaian, dia lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.
Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rosana menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarier.
Alasan saya mengidolakannya adalah: beliau dapat "membaca" permasalahan yang ada dan dapat menyampaikannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk musik yang dapat dimengerti dengan mudah, serta beliau dapat dijadikan inspirasi bagi kalangan yang disebut antikemapanan.

[sunting]Pendidikan


 Diskografi

Tidak seluruh album yang dikeluarkan Iwan Fals berisi lagu baru. Pada tahun-tahun terakhir, Iwan Fals sering mengeluarkan rilis ulang lagu-lagu lamanya, baik dengan aransemen asli maupun dengan aransemen ulang. Pada tahun-tahun terakhir ini pula Iwan Fals lebih banyak memilih berkolaborasi dengan musisi muda berbakat.
Banyak lagu Iwan Fals yang tidak dijual secara bebas. Lagu-lagu tersebut menjadi koleksi ekslusif para penggemarnya dan kebanyakan direkam secaralive. Beberapa lagu Iwan Fals yang tidak dikomersialkan seperti lagu 'Pulanglah' yang didedikasikan khusus untuk almarhum Munir ternyata sangat digemari yang akhirnya direkam ulang dan dimasukkan ke dalam album 50:50 yang beredar di tahun 2007.

[sunting]Album

[sunting]Single


LIrik lagu Iwan Fals - Barang Antik


Berjalan tersendat
Diantara sedan sedan licin mengkilat
Dengan warna pucat
Dan badan penuh cacat sedikit berkarat

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Bagai kutu jalanan
Di tengah tengah kota metropolitan
Cari muatan
Untuk nguber setoran sisanya buat makan

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Berjalan zig zag ngebut
Nggak peduli walau mobil sudah butut
Suara bising ribut
Yang keluar dari knalpotmu bagai kentut

Hei oplet tua dengan bapak sopir tua
Cari penumpang dipinggiran ibukota
Sainganmu mikrolet, bajai dan bis kota
Kini kau tersingkirkan oleh mereka

Oh bapak tua
Pemilik oplet tua
Tunggu nanti di tahun dua ribu satu
Mungkin mobilmu
Jadi barang antik
Yang harganya selangit

Oh bapak tua
Pemilik oplet tua
Tunggu nanti di tahun dua ribu satu
Mungkin opletmu
Jadi barang nyentrik
Yang harganya selangit